Kamis, 30 September 2010

Teknik Video Editing - Tips of The Day

Teknik Video Editing (Terutama menggunakan Adobe Premiere)

  • Capture video anda
  • Pisahkan pada bin atau folder yang berbeda pada setiap scene, audio, title, dll anda. Jangan dicampur dalam 1 bin
  • Buat backup pada file-file anda. Baik file source maupun file project. INI PENTING!!!
  • Setelah anda simpan project anda, pastikan anda menuliskan path penyimpanan project tersebut dalam sebuah editor text, sehingga memudahkan anda untuk mencarinya kembali dikemudian hari.
  • Buat black video, colour-bar, dan juga countdown dan tempatkan pada timeline anda.
  • Untuk meletakkan scene pada timeline anda, cukup double klik pada file yang ada pada bin, atau bisa juga anda drag kemudian anda letakkan pada timeline.
  • Setelah itu set "in" dan "out"nya
  • Terakhir render, dan lihatlah hasilnya

A/B Roll Video Editing

  1. Pada mode A/B Roll editing, setiap scene berada pada satu layer diatas atau dibatah layer yang lain, kemudian transisi berada diantaranya.
  2. Pada Premiere anda bisa melakukan itu melalui menu WINDOW -> WORK SPACE -> A/B EDITING
  3. Untuk melihat perbedaannya, anda bisa mencoba membandingkan dengan memilih SINGLE-TRACK EDITING
  4. Anda bisa memilih sesuai dengan keinginan anda

TRANSISI

Transisi merupakan efek pada perpindahan antar scene. Efek yang biasa digunakan yaitu :
  • Wipes atau fades yang menghubungkan antara klip yang satu dengan yang lainnya
  • Cukup drag efek tersebut antara kedua klip, kemudian tinggal atur sesuai dengan kebutuhan anda.
  • Sebenarnya ada banyak efek yang lain, namun anda harus memperhatikan ketepatan penggunaannya. Karena jika penggunaan tidak tepat, maka hasilnya juga kurang bagus.

FILTER

  1. Klik pada klip yang ingin anda berikan filter, kemudian tinggal atur filternya sesuai kebutuhan
  2. Filter ini bisa digunakan untuk mengatur brightness, Contrast, B/W, Color correction, Emboss, dll.
  3. Disini anda perlu bereksperimen untuk dapat menggunakan filter dengan baik

MOTION FX

  • Klip pada klip yang akan anda beri efek
  • kemudian buka box efek, dan pilih efek yang ingin anda tampilkan
  • Atur keyframe pada motion path

CLIP SPEED

Pada saat proses editing anda dapat mempercepat atau memperlambat baik klip video, maupun suaranya. Untuk dapat melakukan itu, caranya adalah :
  • Pilih Clip-speed kemudian atur berapa persen kecepatannya. kurang dari 100% berarti melambat, lebih dari 100% mempercepat
  • Jika anda isikan negatif (-), maka video anda akan reverse atau mundur
  • Saat anda mengisikan nilai kurang dari 100%, pilih "De-Interlaced" pada Clip-Video Option -> Field options

Selasa, 28 September 2010

Teknik fotografi

Teknik fotografi Digital - teknikpengaturan shutter speed - ISO dalam fotografi - pengaturan Aperture dalam teknik fotografi 


Sebenarnya apa yang penting dari teknik fotografi digital ? , ada beberapa hal yang esensial dalam menghasilkan sebuah foto, adalah mengtur beberapa variable pada kamera agar foto yang di produksi sesuai dengan harapan tidak Under maupun Over exposure

Teknik Dasar Fotografi Digital : Shutter Speed

Shutter Speed dalam bahasa indonesia disebut kecepatan Rana atau kecepatan penutup dalam istilah fotografi adalah tirai pada kamera yang menutupi permukaan atau sensor exposure pada permukaan film atau sensor foto tadi. foto. Jika tirai ini terbuka maka akan terjadi penangkapan gambar

Awalnya shutter dibuat dari lempengan logam, namun kebanyakan kamera modern menggunakan penutup yang dibuat dari kain kecepatan rana yang lebih cepat. Penutup yang terbuat dari kain memiliki kekuatan sekitar 50,000 hingga 200,000 kali proses buka-tutup (melakukan exposure). Kain penutup yang aus atau rusak bisa dengan mudah diganti di pusat layanan purna jual merek kamera yang bersangkutan. untuk mengurangi berat kamera dan untuk mendapatkan
Lamanya tirai ini terbuka ditentukan oleh setelan kecepatan rana pada kamera.

Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil jepretan langsung bisa di review melalui jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan, karena data teknis yg berkaitan dengan Jepretan tadi terlihat dan terekam, berbeda dengan Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat, me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, data teknis-nya pun kita harus mencatatnya terlebih dahulu, sehingga butuh banyak biaya dan waktu yg terbuang untuk bisa memperbaiki kemampuan fotografi kita
Seni Fotografi digital bisa diibaratkan sebagai melukis dengan cahaya, dalam hal ini kamera dan Lensa yang menggantikan peran kuas dan cat. Ada dua hal yg memegang peranan terpenting dalam kamera dan lensa, yaitu Shutter Speed dan Aperture
Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.
Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik
Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning,
Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam
Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik ato yg lebih rendah, gunakan gunakan penyangga ato tripod
Setelah Shutter Speed, Bagian kedua artikel ini akan membahas tentang Aperture dan ISO, silahkan klik disini

Teknik Dasar Fotografi Digital : Aperture dan ISO

May 25, 2008 I Fotografi. 

Bagian 2 – Aperture
Aperture adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera.
Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ia terbentuk dari sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7 atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran dari lubang bukaan (rana/ shuter)  lensa dimana cahaya akan lewat atau dalam fotografi digital Aperture Adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke film atau sensor. ukuran besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 2,8; 4; 5,6 dst. angka2 tersebut dikenal sebagai f-number, jadi disebut aperture (bukaan) f/2,8; f/4; f/5,6 dst. Semakin besar aperture semakin kecil f-numbernya dan semakin kecil pula diameter bukaannya, jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6
Cara kerja aperture mirip pupil pada mata manusia, semakin banyak cahaya yang masuk, semakin kecil diameter pupil, begitu pula sebaliknya. Aperture sangat berhubungan dengan ruang tajam atau depth of field, semakin besar f-number, misal f/22, rentang ketajaman akan semakin lebar. Artinya objek di belakang dan di depan fokus utama memiliki ketajaman yang baik. sebaliknya kita akan mendapatkan efek blur/buram untuk objekdi depan dan dibelakang fokus utama jika menggunakan f-number kecil, misal f/2,8
Shutter speed dan aperture harus bersinergi untuk mendapatkan exposure yang tepat. Peranan ISO juga penting, semakin tinggi ISO yang digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar, sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat digunakan secara maksimal. Tapi perlu diingat, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat noise ataupun grain yang dihasilkan

ISO / ASA adalah Kecepatan film adalah istilah dalam fotografi untuk mengukur tingkat kesensitivitas atau kepekaan film foto terhadap cahaya. Film dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah) membutuhkan sorotan (Inggris: exposure) yang lebih lama sehingga disebut slow film, sedangkan film dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi) membutuhkan exposure yang singkat. )
Untuk mengetahui apakah exposure sudah tepat atau belum, pada kamera digital ato konvensional tersedia fasilitas metering. Sehingga terjadinya over exposure (kelebihan pencahayaan) atau under exposure (kekurangan pencahayaan) dapat diminimalkan.
Setelah teknik dasar dapat dikuasai, berikutnya yg dibutuhkan adalah jam terbang, karena seni fotografi identik dengan momen, dan momen yg baik tidak mudah terulang, kepiawaian menentukan komposisi dan sudut ambil gambar dapat berkembang seiring jam terbang, kemudian perbanyak referensi dari, buku, internet, maupun sumber2 lain. Bagaimana bagus dan canggihnya sebuah kamera, hanya merupakan sebuah alat, yg menentukan adalah orang yg berada di belakang kamera
Semoga bermanfaat..
sumber : citrastudio.com